1.1 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Bupati Kampar Nomor 26 tahun 2008 Badan Promosi dan Penanaman Modal (BPPM) Kabupaten Kampar mempunyai tugas pokok Membantu Bupati dalam melaksanakan kewenangan dibidang Penanaman Modal dan Promosi Daerah.
Untuk melaksanakan Tugas Pokok tersebut, Badan Promosi dan Penanaman Modal memiliki fungsi sebagai berikut :
1.2 Struktur Organisasi.
Struktur Organisasi BPPM Kabupaten Kampar diatur berdasarkan Perda No. 6 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan tata kerja perangkat Darah
Adapun Struktur Organisasi BPPM adalah sebagai berikut :
1. Kepala Badan
2. Sekretaris
3. Kepala Bidang Penanaman Modal
4. Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Usaha
5. Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembanagan Investasi
Sekretaris membawahi 3 (tiga) Sub Bagian yaitu :
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
2. Sub Bagian Keuangan
3. Sub Bagian Perencanaan dan data.
Kepala Bidang Penanaman modal membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu :
1. Sub Bidang Fasilitas dan Rekomendasi
2. Sub Bidang Bina Pengembagan Dunia Usaha dan BUMN
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Usaha membawahi 2 (dua) Sub Bidang yaitu :
1. Sub Bidang Kemitra usahaan
2. Sub Bidang Promosi dan pasar
Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian membawahi 2 ( dua ) Sub Bidang yaitu :
1. Sub Bidang Perencanaan dan pengembangan investasi
2. Sub Bidang Pengendalian dan Pengaduan Investasi
1.3 Sumber Daya SKPD
Jumlah Pegawai pada Badan Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Kampar sampai dengan 1 April 2011 berjumlah 22 orang, terdiri dari :
1. Golongan IV /c , 1 orang
2. Golongan IV/b , 3 orang
3. Golongan IV/a, 0
4. Golongan III /d , 5 orang
5. Golongan III/c, 5 orang
6. Golongan III/b, 3 orang
7. Golongan III/a , 1 orang
8. Golongan II/d, 2 oang
9. Golongan II/c, -
10. Golongan II/b , -
11. Golongan II/a, 4 orang
Formasi dan pengisian jabatan dapat dilihat melalui table berikut :
Table 1.
|
No. |
Jabatan |
Eselon |
Jumlah |
Keterangan |
|
1. |
Kepala Badan |
II.b |
1 |
|
|
2. |
Sekretaris |
III a |
1 |
|
|
3. |
Kepala Bidang |
III. b |
3 |
|
|
4. |
Kepala Sub Bagian |
IV a |
3 |
|
|
5. |
Kepala Sub Bidang |
IV.a |
6 |
|
|
|
Jumlah |
|
14 |
|
Dari segi pendidikan formal, kondisi PNS pada Badan Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Kampar dapat dilihat pada table berikut :
Tabel 2.
|
No |
Golongan |
Jumlah |
S2 |
S1 |
D3 |
SLTA |
SLTP |
SD |
|
1 |
IV |
4 |
|
4 |
|
|
|
|
|
2 |
III |
14 |
|
6 |
1 |
6 |
|
|
|
3 |
II |
6 |
|
|
|
5 |
|
|
|
|
Jumlah |
24 |
- |
10 |
1 |
11 |
|
|
Dari segi Pendidikan Teknis Fungsional dan Diklat Strukturall dapat dilihat pada table berikut :
Table 3.
|
No |
Jenis Diklat |
Jumlah |
Keterangan |
|
1. |
DIKLAT PIM II |
2 |
|
|
2. |
DIKLAT PIM III |
3 |
|
|
3. |
DIKLAT PIM IV |
8 |
|
|
|
Jumlah |
13 Orang |
|
1.4 Perlengkapan / Peralatan
Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BPPM Kabupaten Kampar menempati gedung kantor yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai Bangkinang yang terdiri dari satu unit gedung.
Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi secara garis besar sebagai berikut :
Table 4.
|
No. |
URAIAN |
SATUAN |
JUMLAH |
KONDISI |
|
1. |
Bangunan tempat kerja |
Ruang |
7 |
|
|
2. |
Kendaraan Roda 4 |
Unit |
1 |
|
|
3. |
Kendaraan Roda 2 |
Unit |
0 |
|
|
4. |
Computer/Lat top |
Unit |
6 |
|
|
5. |
Alat Komunikasi |
Unit |
1 |
|
|
6. |
Aaula |
Ruang |
1 |
|
Sarana dan prasarana utama untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut diatas secara umum belum memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas, terutama kondisi ruang kerja yang dirasakan belum dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman.
1.5 Kinerja Pelayanan SKPD
Secara umum hasil capaian kinerja BPPM Kampar periode 2007-2011 dinilai baik . Beberapa program dan kegiatan Lokalitas telah dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja BPPM.begitu juga dengan program dan kegiatan yang berkaitan dengan tugas koordinasi dengan SKPD terkait.
Untuk melihat Kinerja BPPM lima tahun terahir periode 2007 -2011 akan dikemukan tiga aspek pokok sebagai evaluasi terhadap kinerja BPPM yaitu :
Pertama,berkaitan dengan Pengembangan sumber daya Internal BPPM yang menyimpan agenda pengembagannya kedepan, dalam hal ini meliputi Peningkatan Kompetensi SDM untuk menunjang kelanacaran roda organisasi BPPM dan Pengembangan pengetahuan manajemen untuk mendukung fungsi koordinasi.
Seperti telah dijelaskan pada poin diatas bahwa personil aparatur yang ada di BPPM hanya 24 orang dirasakan sangat kurang untuk mendukung tugas penunjang kelancaran roda organisasi dan fungsi koordinasi.untuk itu kedepan perlu penambahan personil minimal 8 orang.
Untuk meningkatkan kemampuan aparatur, BPPM telah mengikut sertakan dalam berbagai diklat yang diselenggarakan oleh Pemda Kampar dan Pemerintah Propinsi yang secara umum bertujuan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur, sementara yang dirasakan sangat perlu adalah peningkatan kualitas Sumber daya Manausia BPPM agar mampu memahami dan tanggap terhadap perubanhan iklim penanaman modal
Kedua,Evaluasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran stategis yang erat hubungannya dengan capaian kualitas SDM aparatur BPPM dalam melaksanakan Renstra 2007-2011.
Visi BPPM 2007-2011 Menjadi fasilitator dan koordinator yang efektif dalam promosi investasi dan penciptaan iklim investasi yang kondusif. Dengan Visi tersebut Badan Promosi dan Penanaman Modal diharapkan dapat menguatkan struktur ekonomi yang mempunyai peran cukup besar dalam menguatkan perekonomian daerah, terutama dalam memberikan informasi peluang investasi dengan melakukan promosi investasi, mempasilitasi dalam memberikan kemudahan rekomendasi dan perizinan penanaman modal,sehingga terwujud komitmen bersama dikalangan pengusaha /PMDN/PMA untuk meningkat kemitraan usaha dengan Usaha Kecil dan menengah yang pada gilirannya akan memperluas kesempatan kerja dan berusaha, pengembangan sector ekonomi lainnya serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, Namun dalam pelaksanaannya visi diatas baru sebatas semangat menarek investor melalui kegiatan promosi dan belum mampu menciptakan iklim investasi yang kondusip hal ini disebabkan karena kurangnya ketersediaan data-data potensi dan peluang investasi , ditambah dengan sarana dan prasarana yang kurang mendukung untuk berinvestasi seperti serana jalan dan listrik.
Pelaksanaan Misi 1, mendorong iklim yang kondusif untuk berinvestasi, telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan melakukan rapat-rapat koordinasi, pematauan dan pengendalian dan yang perlu mendapat perhatian kedepan adalah optimaliasai fungsi Pelayanan satu Pintu dan implementasi sitem pelayanan Informasi dan perizinan investasi secara elektronik sebagai diamanatkan oleh Perpres No. 27 tahun 2009 tentang PTSP bidang Penanaman modal.
Pelaksanaan Misi 2, melakukan promosi potensi dan peluang investasi di berbagai bidang, juga telah menunjuk hasil yang cukup memuaskan, ditandai dengan keikutsertaan BPPM pada event pameran investasi pada tingkat nasional dan lokal serta minat investor untuk berinvestasi di Kab. Kamapar. Yang perlu menjadi perhatian kedepan adalah pengembangan promosi investasi pada event yang lebih luas yang menjangkau nusantara dan luar negeri, pada lima tahun terakhir promosi hanya dilaksanakan pada event lokal seperti Riau Expo, Dumai Expo dan Sumatra Expo, tingkat nasional seperti Kabupaten Expo, diharapkan kedepan menjangkau nusanatara seperti Bali, Kalimantan, sulawesi dsb untuk memperluas penyebaran informasi potensi dan peluang investasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pelaksanaan Misi 3, menyediakan data dan informasi potensi daerah dan peluang investasi yang actual, belum tercapai secara maksimal, karena terkait dengan kewenangan satuan kerja terkait untuk mendapatkan data yang valid, hal ini disebabkan kurangnya kajian terhadap suatu potensi dan peluang investasi. Kedepaan diharapkan satker terkit memprogramkan kegiatan pengkajian terhadap potensi dan peluang investasi sehingga memudahkan BPPM mendapatkan dan menyediakan data-data potensi dan peluang investasi.
Pelaksanaan Misi 4, menciptakan keterpaduan dan keterkaitan dalam investasi antara swasta, masyarakat dan pemerinatah daerah melalui kemitraan, baru sebatas rapat dan pertemuan dan banyak memberikan konstrubusi terhadap peningkatan investasi.
Ketiga, Secara umum pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2007 – 2011 telah berjalan dengan baik dan telah memberikan dampak positif terhadap kinerja BPPM hal ini dapat dilihat pada lapran akhir tahun dan laporan akuntabilitas instansi pemerintah setiap tahunnya, namun demikian dalam kerangka pertimbangan Penyusunan Renstra 2011-2016 masih perlu perhatian menyangkut pelaksanaan program dan kegiatan.
Capaian target penanaman modal di kabupaaten Kampar dalam preode 2007-2011 menunjukan kondisi yang kondusif hal ini ditandai dengan persetujuan penanaman modal dan reaalisasi investasi, Persetujuan penanaman modal dar1 2007-2010 PMDN persetujuan Rp 2.792.294.000.000 dan realisasi 195.563.932.000 (12 Perusahaan ). PMA persetujuan $14.989.177 realisasi sebesar $ 13.330.582 ( 11 Perusahaan )
1.6 Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan.
Dalam bahasan kondisi umum dilingkungan BPPM sebagai diuraikan diatas telah dapat gambaran tentang peta potensi dan permasalah dalam lingkup tugas dan fungsi BPPM, banyak persoalan yang menghadang, namun disisi lain terdapat pula potensi, kekuatan dan peluang yang dimilki BPPM Kabupaten Kampar. Disini akan ditegaskan kembali beberapa pokok perhatian terkait dengan potensi dan permasalahan dalam bidang penanaman modal yang merupakan bahan pertimbangan penting dalam penyusunan renstra BPPM 2011-2016.
a. Kekuatan ( Strengths )
b. Kelemahan ( Weakneses )
c. Peluang ( Oportunity )