1.1       TUGAS POKOK, FUNGSI  DAN STRUKTUR ORGANISASI

Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Bupati Kampar Nomor 26 tahun 2008 Badan Promosi dan Penanaman Modal (BPPM) Kabupaten Kampar mempunyai tugas pokok Membantu Bupati dalam melaksanakan kewenangan dibidang Penanaman Modal dan Promosi Daerah.

Untuk melaksanakan Tugas Pokok tersebut, Badan Promosi  dan Penanaman Modal  memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Menyusun kebijakan tehnis dalam bidang Promosi dan Penanaman modal
  2. Menyusun perencanaan dan program pengembangan penanaman modal dan prioritas promosi
  3. Melakukan koordinasi antar instansi terkait dalam pelaksanaan promosi dan penanaman modal
  4. Melakukan koordinasi dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif.
  5. Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan promosi potensi unggulan daerah dan peluang investasi didalam dan luar negeri.
  6. Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan penanaman modal di daerah.
  7. Memfasilitasi calon investor dalam rangka Penanaman modal.
  8. Mempersipkan data potensi dan peluang investasi, serta mekanisme penanaman modal di daerah.
  9. Memberikan rekomendasi dan pertimbangan tehnis dibidang penanaman modal.
  10. Melaksanakan pengelolaan administrasi umum yang meliputi Penata Usahaan, Kepegawaian, keuangan,perencanaan program dan anggaran keuagnan  dan perlengkapan serta organisasi.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.
  12. Melakukan pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPTD).

 

1.2       Struktur Organisasi.

Struktur Organisasi  BPPM Kabupaten Kampar diatur berdasarkan Perda No. 6 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan tata kerja perangkat Darah

Adapun Struktur Organisasi BPPM adalah sebagai berikut :

1.     Kepala Badan

2.     Sekretaris

3.     Kepala Bidang  Penanaman Modal

4.     Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Usaha

5.     Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembanagan Investasi

 

 

Sekretaris membawahi 3 (tiga) Sub Bagian yaitu :

1.     Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2.     Sub Bagian Keuangan

3.     Sub Bagian Perencanaan dan data.

 

Kepala Bidang Penanaman modal  membawahi  2 (dua) Sub Bidang yaitu :

1.     Sub Bidang Fasilitas dan Rekomendasi

2.     Sub Bidang Bina Pengembagan Dunia Usaha dan BUMN

 

Kepala  Bidang Promosi dan Kemitraan Usaha  membawahi  2 (dua) Sub Bidang yaitu :

1.     Sub Bidang Kemitra usahaan

2.     Sub Bidang Promosi dan pasar

 

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian   membawahi 2 ( dua ) Sub Bidang yaitu :

1.     Sub Bidang Perencanaan dan pengembangan investasi

2.     Sub Bidang Pengendalian dan Pengaduan Investasi

 

1.3       Sumber Daya SKPD

Jumlah Pegawai pada Badan Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Kampar sampai dengan 1 April 2011 berjumlah 22 orang, terdiri dari :

1.       Golongan IV /c ,  1  orang

2.       Golongan IV/b ,   3 orang

3.       Golongan IV/a,    0

4.       Golongan III /d , 5 orang

5.       Golongan  III/c, 5 orang

6.       Golongan  III/b, 3 orang

7.       Golongan III/a , 1 orang

8.       Golongan II/d,   2  oang

9.       Golongan II/c, -

10.     Golongan II/b , -

11.     Golongan II/a, 4 orang

Formasi dan pengisian jabatan dapat dilihat melalui table berikut :

Table 1.

 

No.

Jabatan

Eselon

Jumlah

Keterangan

1.

Kepala Badan

II.b

1

 

2.

Sekretaris

III a

1

 

3.

Kepala Bidang

III. b

3

 

4.

Kepala Sub Bagian

IV a

3

 

5.

Kepala Sub Bidang

IV.a

6

 

 

Jumlah

 

14

 

 

Dari segi pendidikan formal, kondisi PNS pada Badan Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Kampar dapat dilihat pada table berikut :

 

 

Tabel 2.

 

No

Golongan

Jumlah

S2

S1

D3

SLTA

SLTP

SD

1

IV

4

 

4

 

 

 

 

2

III

14

 

6

1

6

 

 

3

II

6

 

 

 

5

 

 

 

Jumlah

24

-

10

1

11

 

 

 

Dari segi Pendidikan Teknis Fungsional dan Diklat Strukturall dapat dilihat pada table berikut :

Table 3.

 

No

Jenis Diklat

Jumlah

Keterangan

1.

DIKLAT PIM II

2

 

2.

DIKLAT PIM III

3

 

3.

DIKLAT PIM IV

8

 

 

Jumlah

13   Orang

 

 

1.4       Perlengkapan / Peralatan

Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BPPM Kabupaten Kampar menempati gedung kantor yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai Bangkinang yang terdiri dari satu unit gedung.

Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi secara garis besar sebagai berikut :

Table 4.

No.

URAIAN

SATUAN

JUMLAH

KONDISI

1.

Bangunan tempat kerja

Ruang

7

 

2.

Kendaraan Roda 4

Unit

1

 

3.

Kendaraan Roda 2

Unit

0

 

4.

Computer/Lat top

Unit

6

 

5.

Alat Komunikasi

Unit

1

 

6.

Aaula

Ruang

1

 

 

Sarana dan prasarana utama untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut diatas secara umum belum memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas, terutama kondisi ruang kerja yang dirasakan belum dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman.

 

 

1.5       Kinerja Pelayanan SKPD

Secara umum hasil capaian kinerja BPPM Kampar periode 2007-2011 dinilai baik . Beberapa program dan  kegiatan Lokalitas telah dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja BPPM.begitu juga dengan  program dan kegiatan yang berkaitan dengan tugas koordinasi dengan SKPD terkait.

Untuk melihat Kinerja BPPM lima tahun terahir periode 2007 -2011 akan dikemukan  tiga aspek pokok sebagai evaluasi terhadap kinerja BPPM yaitu :

Pertama,berkaitan dengan Pengembangan sumber daya Internal BPPM yang menyimpan agenda pengembagannya kedepan,  dalam hal ini meliputi Peningkatan Kompetensi SDM untuk menunjang kelanacaran roda organisasi BPPM dan Pengembangan pengetahuan manajemen untuk mendukung fungsi koordinasi.

Seperti telah dijelaskan pada poin diatas bahwa personil aparatur yang ada di BPPM hanya 24 orang dirasakan sangat kurang  untuk mendukung tugas penunjang kelancaran roda organisasi dan  fungsi koordinasi.untuk itu kedepan perlu penambahan personil minimal 8 orang.

Untuk meningkatkan kemampuan aparatur, BPPM telah mengikut sertakan dalam berbagai diklat yang diselenggarakan oleh Pemda Kampar dan Pemerintah Propinsi yang secara umum bertujuan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur, sementara yang dirasakan sangat perlu adalah  peningkatan kualitas Sumber daya Manausia BPPM agar mampu memahami dan tanggap terhadap perubanhan iklim penanaman modal

 

Kedua,Evaluasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran stategis yang erat hubungannya dengan capaian kualitas SDM aparatur BPPM dalam melaksanakan Renstra 2007-2011.

Visi BPPM 2007-2011 Menjadi fasilitator dan koordinator yang efektif dalam promosi investasi dan penciptaan iklim investasi yang kondusif. Dengan Visi tersebut Badan Promosi dan Penanaman Modal diharapkan dapat menguatkan struktur ekonomi yang mempunyai peran cukup besar dalam menguatkan perekonomian daerah, terutama dalam memberikan informasi peluang investasi dengan melakukan promosi investasi, mempasilitasi dalam memberikan kemudahan rekomendasi dan perizinan penanaman modal,sehingga terwujud komitmen bersama dikalangan pengusaha /PMDN/PMA untuk meningkat kemitraan usaha dengan Usaha Kecil dan menengah yang pada gilirannya akan memperluas kesempatan kerja dan berusaha, pengembangan sector ekonomi lainnya serta dapat meningkatkan  perekonomian  masyarakat, Namun  dalam pelaksanaannya  visi diatas baru sebatas semangat menarek investor melalui kegiatan promosi  dan belum mampu menciptakan iklim investasi yang kondusip hal ini disebabkan karena kurangnya ketersediaan data-data potensi dan peluang investasi ,  ditambah  dengan sarana dan prasarana yang kurang mendukung untuk berinvestasi seperti serana jalan dan listrik.

Pelaksanaan Misi 1, mendorong iklim yang kondusif untuk berinvestasi, telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan melakukan rapat-rapat koordinasi, pematauan dan pengendalian dan  yang perlu mendapat perhatian  kedepan adalah optimaliasai fungsi Pelayanan satu Pintu dan implementasi sitem pelayanan Informasi dan perizinan investasi secara elektronik sebagai diamanatkan oleh Perpres No. 27 tahun 2009 tentang PTSP bidang Penanaman modal.

Pelaksanaan Misi 2, melakukan promosi potensi dan peluang investasi di berbagai bidang, juga telah menunjuk hasil yang cukup memuaskan, ditandai dengan keikutsertaan BPPM pada event pameran investasi pada tingkat nasional dan lokal  serta minat investor untuk berinvestasi di Kab. Kamapar. Yang perlu menjadi perhatian kedepan adalah pengembangan promosi investasi pada event yang lebih luas yang menjangkau nusantara dan luar negeri, pada lima tahun terakhir promosi hanya dilaksanakan pada event lokal seperti Riau Expo, Dumai Expo dan Sumatra  Expo, tingkat nasional seperti Kabupaten Expo, diharapkan kedepan menjangkau nusanatara seperti Bali, Kalimantan, sulawesi dsb untuk memperluas penyebaran informasi potensi dan peluang investasi  baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pelaksanaan Misi 3, menyediakan data dan informasi potensi daerah dan peluang investasi yang actual, belum tercapai secara maksimal, karena terkait  dengan kewenangan  satuan kerja terkait untuk mendapatkan data yang valid, hal ini disebabkan kurangnya kajian terhadap suatu potensi dan peluang investasi. Kedepaan diharapkan satker terkit memprogramkan kegiatan pengkajian terhadap potensi dan peluang investasi sehingga memudahkan BPPM mendapatkan dan menyediakan data-data potensi dan peluang investasi.

Pelaksanaan Misi 4, menciptakan keterpaduan dan keterkaitan dalam investasi antara  swasta, masyarakat dan pemerinatah daerah melalui kemitraan, baru sebatas rapat dan pertemuan dan banyak memberikan konstrubusi terhadap peningkatan investasi.

 

Ketiga, Secara umum pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2007 – 2011 telah berjalan dengan baik dan telah memberikan dampak positif terhadap kinerja BPPM hal ini dapat dilihat pada lapran akhir tahun dan laporan akuntabilitas instansi pemerintah setiap tahunnya, namun demikian  dalam kerangka pertimbangan Penyusunan Renstra 2011-2016 masih  perlu perhatian   menyangkut pelaksanaan program dan kegiatan.

  1. Peningkatan kegiatan promosi yang terpadu dan lebih terarah dengan melibatkan semua satuan kerja terkait dengan koordinator  BPPM, masing –masing satuan kerja terkait secara sungguh menyiapkan materi dan data –data potonsi unggulan daerah serta potensi peluang investasi yang valid , untuk itu perlu kajian yang mendalam terhadap potensi  peluang investasi, sehingga data yang disajikan dapat dipertanaggungjawabkan kepada calon investor, selain itu diperlukan dukungan dana yang memadai untuk melakukan suatu promosi daerah yang untuk kedepan sudah seharusnya mengikuti event promosi  di nusantara dan diluar negeri.
  2. Kegiatan pemantauan dan pengendalian untuk memantau pengembangan penanaman modal, sering mengalami kesulitan terutama untuk mendapat LKPM dari masing-masing perusahaan, karenanya diperlukan kerjasama pihak BPMD, BKPM dan BPPM serta pihak perusahan untuk memberikan / menyampaikan data permohonan penanaman modal, persetujuan penanaman dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal kepada BPPM.

Capaian target penanaman modal di kabupaaten Kampar dalam preode 2007-2011 menunjukan kondisi yang kondusif hal ini ditandai dengan persetujuan penanaman modal dan reaalisasi investasi, Persetujuan penanaman modal dar1 2007-2010  PMDN persetujuan Rp 2.792.294.000.000 dan realisasi 195.563.932.000 (12 Perusahaan ). PMA persetujuan $14.989.177 realisasi sebesar  $ 13.330.582 ( 11 Perusahaan )

 

1.6       Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan.

Dalam bahasan kondisi umum dilingkungan BPPM sebagai diuraikan diatas telah dapat gambaran tentang peta potensi dan permasalah dalam lingkup tugas dan fungsi BPPM, banyak persoalan yang menghadang, namun disisi lain terdapat pula potensi, kekuatan dan peluang yang dimilki BPPM  Kabupaten Kampar. Disini akan ditegaskan kembali beberapa pokok perhatian terkait dengan  potensi dan permasalahan dalam bidang penanaman modal yang merupakan bahan pertimbangan penting dalam penyusunan renstra BPPM 2011-2016.

a.         Kekuatan ( Strengths )

  1. Komitmen Kepala Badan Promosi dan penanaman modal Kabupaten Kampar yang kuat untuk melaksanakan Tupoksi secara professional dan penuh tanggung jawab.
  2. Keberadaan Badan Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten  Kampar dengan Perda No.6 tahun 2008 tentang struktur organisasi  dan perbup. 36 tahun 2008 tentang uraian tugas .
  3. Adanya motivasi dan semangat pengabdian serta moral yang tinggi dari seluruh aparatur dilingkungan BPPM.
  4. Ketersediaan sarana dan prasarana promosi.
  5. Ketersediaan dana sesuai alokasi dalam APBD Kabupaten Kampar.

b.         Kelemahan ( Weakneses )

  1. Kemampuan Manajemen Promosi dan Penanaman Modal dalam aspek prencanaan, pelaksanaan dan pengendalaian masih terbatas.
  2. Sisitem informasi promosi dan peluang investasi masih kurang
  3. Koordinasi lintas program dan sektor masih lemah
  4. Kualitas  dan profesionalitas SDM masih rendah dan kuantitas masih kurang.
  5. Sarana dan prasarana kerja dalam mendukung tugas pokok dan fungsi masih terbatas.

c.         Peluang ( Oportunity )

  1. Adanya komitmen bahwa kegiatan investasi merupakan penggerak perekonomian daerah.
  2. Adanya semangat otonomi Daerah melalui UU Nomor 32 tahun 2004 dan perimbangan keuangan daerah melalui UU No. 33 tahun 2004.
  3. Kemudahan dalam pelayanan perizinan penanaman modal, merupakan faktor yang sangat dibutuhkan oleh stoke holder.
  4. Masih tersediaanya SDA sebagai potensi dan peluang investasi daerah.