Tentang Kami

Diakui, koperasi hingga saat ini belum memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Berbagai kelemahan dan persoalan terus terjadi. Lemahnya SDM, kurnganya modal serta kurangnya akses pasar diduga menjadi beberapa persoalan yang akhiranya bermuara kepada citra koperasi yang semakin buruk

Hal ini dikemukan oleh Bupat Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM, saat memberikan pengarahan pada acara sosialisasi peraturan perkoperasian bagi camat se kabupaten Kampar, Jumat (6/5) di Hotel Azizah Pekanbaru.

“Kita termasuk negara yang menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian, namun hingga saat ini dunia koperasi kita belum tumbuh optimal dan belum mampu menjadi motor penggerak perekonomian ditengah masyarakat,”ujr Burhanuddin

Disebutkannya, saat ini investasi lebih banyak didominasi oleh pihak swasta dan masyarakat padahak sebagai pengenjatawahan perekonomian masyarakat koperasi jelas harus mempunyai peran yang lebih besar.”Koperasi seharusnya mampu berperan lebh jauh karena pada dasarnya koperasi merupakan inti dari ekonomi kerakyatan yang memang memang menjadi focus pemerintah,”ujarnya

Oleh karena itu dilanjutkannya, koperasi harus terus berbenah dan memperkuat kapasitas kelembagaan dan SDM. Selain itu koperasi juga dituntut untuk berani melakukan terobosan menghadapi situasi dan kondisi sat ini yang semakin kompetitif

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi kabupaten Kampar Drs Indra Sardi didampingi Kabid Koperasi Heri Afrizon mengatakan saat ini koperasi di Kabupaten Kampar mencapai 333 Koperasi. Namun dari jumlah tersebut hanya 210 yang aktif sementara sisanya 123 berstatus non aktif alias fakum.”Namun Pemerintah terus memberikan dorongan hingga Koperasi di Kabupaten Kampar benar-benar menjadi soko guru perekonomian masyarakat,”ujarnya