Tentang Kami

Memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang perikanan. Desa Koto Masjid yang dijuluki kampung patin ini diusulkan oleh PT Telkom menjadi salah satu nominator desa di Indonesia sebagai penyelenggara atau tuan rumah lokasi Indonesian Corporate Social Responsibility (CSR) Award pada tahun 2011 ini.

Hal ini disampaikan oleh Senior Manager PT Telkom, Harmon Yero, saat memberikan sambutan pada acara penguatan dan keberlanjutan kolaborasi PT.Telkom dengan Pemkab Kampar dalam pengembangan cluster budidaya ikan Patin di Desa Koto Masjid dan Pulau Gadang Keamatan XIII Koto Kampar, Senin (25/7) yang dihadiri Bupati Kampar, Burhanuddin Husin.

"PT Telkom merupakan salah satu BUMN yang secara terus menerus memberikan kepedulian terhadap pengembangan usaha yang dimiliki masyarakat yang diwujudkan dalam aksi nyata. Melihat perkembangan dan kemajuan desa ini kami berkeinginan mengusulkan desa ini sebagai lokasi Indonesian CSR Award pada 2011 ini tentu nantinya akan ada tim dari Jakarta yang akan memberikan penilaian kelayakan sebagai tuan rumah,"sebutnya

Disampaikan oleh Harmon Yero, bentuk komitmen PT Telkom dalam mengembangkan usaha yang dimiliki masyarakat Koto Masjid adalah dengan memberikan bantuan yang total selama tiga tahun terakhir adalah Rp. 16 Milyar. Diantara bantuan yang diberikan adalah tempat pembenihan baru, ruang sekretariat Forum UKM, ruang komputer Forum UKM, dana pinjaman usaha, 10 komputer yang dilengkapi modem flexy untuk internet. Selain itu PT Telkom juga membangun tempat penampungan sampah, MCK Pasar, gedung kesehatan Balita dan sarana olahraga."Tidak berhenti sampai disitu, juga ada bimbingan pelatihan internet untuk masyarakat,"sebutnya

Saat ini didesa Koto Masjid terdapat 776 kolam ikan dengan luas mencapai 42 hektar dengan jumlah produksi per hari 5-6 ton. Selain menghasilkan ikan patin hidup, desa ini juga mengolah ikan patin menjadi salai (ikan asap), kerupuk dan nugget ikan. Desa ini juga menghasilkan dan menjual bibit ikan patin, mesin pelet dan pelet. Direncanakan juga akan dibangun sentra pengolahan ikan patin seluas 3 hektar.

Dalam pengarahannya, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Namun menurutnya belum semua perusahaan di Kabupaten Kampar yang mampu menjalankan program CSR dengan baik, bahkan yang lebih menyakitkan ada yang tidak peduli sama sekali."Oleh karena itu kita himbau untuk peduli terhadap warga dan lingkungan tempat perusahaan berada. Kita butuh perusahaan yang peduli dengan masyarakat yang mau menawarkan berbagai program pengembangan usaha masyarakat,"ujarnya

Selain itu disampaikan Burhanuddin desa ini juga telah ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan janji akan menjadikan desa ini sebagai kawasan andalan minapolitan untuk Indonesia bagian barat. "Kita optimis target ini akan tercapai dengan kerja keras, kemauan dan komitmen yang kita miliki. Potensi yang kita miliki sungguh luar biasa. Saya percaya ini akan terwujud yang penting kita mau berubah dan menyadari bahwa masa depan berada ditangan kita sendiri,"sebutnya.

 

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesan (PNPM-MP) mulai dilaksanakan di Kabupaten Kampar sejak 2007 lalu.  Hingga akhir 2010 lalu realisasi bantuan sudah mencapai Rp. 41,7 Milyar yang  berasal dari APBN sebesar Rp. 22,15 Milyar dan APBD Kampar sebesar Rp. 19,55 Milyar.

Read more...
 
Bangkinang,
Kinerja Pemerintah Daerah Kampar semakin menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari beberapa parameter yang menjadi ukuran seperti angka pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,2  persen menggambarkan percepatan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat saat ini. Hal ini juga dipengaruhi oleh target invetasi 6,5 triliun terus tercapai setiap tahunnya. Selain itu dari beberapa sektor yang menjadi andalan Kabupaten Kampar, sektor perkebunan salah satu yang menjadi andalan dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM saat memberikan pengarahan pada acara silaturrahmi dengan petani peserta pola KKPA di desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan, Kamis (14/7).
Walaupun masih ada kelemahan pada sistem investasi yang terlalu banyak campur Pemerintah. Namun menurut Burhanuddin kondisi itu berkorelasi dengan kondisi Indonesai yang masih kategori negara berkembang. “ Dinegara maju invetasi dari Pemerintah paling tinggi hanya sepuluh persen. Sementara pada negara kita ataupun didaerah masih tiga puluh persen sisanya baru swasta dan masyarakat. Namun kita akui dari beberapa sektor, perkebunan masih menjadi andalan kita”sebutnya
Disebutkannya, untuk terus berkembang investasi dari swasta dan masyarakat mutlak diperlukan. Oleh karena itu Pemerintah senantiasa selalu mendorong dan mendukung adanya pihak-pihak yang mau berinvetasi di Kabupaten Kampar selama invetasi itu mempunyai nilai tambah untuk daerah dan masyarakat. “Tidak ada negara ataupun daerah yang akan maju tanpa ada invetasi. Negara yang menganut sistem ekonomi tertutup seperti Korea Utara harus hidup dibawah kemiskinan tidak seperti saudaranya Korea Selatan yang kekuatan ekonominya terus menguat bahkan termasuk termaju didunia,”jelasnya
Dikatakan Burhanuddin,sektor perkebunan memberikan andil yang cukup besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Luas kebun sawit di Kabupaten Kampar saat ini mencapai 325 ribu Ha dimana 70 persen diantaranya sudah menghasilkan atau seluas 240 ribu ha.”Jadi sektor perkebunan merupakan salah satu sektor andalan yang memberikan andil yang cukup besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu Pemerintah senantiasa memberikan dukungan terhadap invetasi seperti yang dilakukan oleh PT Surya Agrolika Roksa dan PT Mulia Agro Lestari ini ,” sebutnya
Sebelumnya, Pardamaian Lubis, salah satu pimpinan PT Surya Agrolika Roksa dan PT Mulai Agro Lestasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa didesa Gunung Sari masyarakat saat ini sudah bisa menikmati hasil kebun sawit seluas 1200 Ha hasil kerjasan perusahaan dengan KUD Gunung Sari yang dimiliki masyarakat.
“Kerjasama yg dijalin melalui KUD Gunung Sari seluas 1200 ha sudah mulai menghasilkan. Petani sudah dapat menikmati penghasilan Rp 3 juta sampai Rp. 4 juta. Kami dari pihak perusahaan siap untuk terus melanjutkan bahakan sampai pada replanting nantinya. kerjasama ini juga dalam usaha mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat,”sebutnya
 

Tujuan umum PNPM Mandiri pedesaan adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin dipedesaan. Namun yang dianggap lebih penting lagi adalah mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan pembangunan.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kampar yang diwakili Sekdakab Kampar Drs Zulher MS pada acara Sosialisasi Pemeliharaan Pasca PNPM Mandiri Pedesaan Tahun 2010, penyerahan secara simbolis dana PNPM Mandiri Pedesan untuk 2011 sebesar Rp. 1 Milyar sekaligus peresmian gedung TK Dahlia di desa Tapung Lestari Kec. Tapung Hilir, Senin (18/7)

"Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di pedesaan merupakan tujuan umum PNPM Mandiri pedesaan. Tapi yang lebih prinsip lagi adalah mendorong kemandirian segenap elemen dan komponen masyarakat untuk ikut mensukseskan setiap agenda pembangunan,"ujar Zulher.

Selain itu, dikatakan Zulher, PNPM Mandiri pedesaan juga bertujuan melembagakan pengelolaan pembangunan partisipasipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal, menyediakan prasarana dan sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan masyarakat serta mengembangkan kerjasama antar pemangku kepentingan dalam upaya penggulangan kemiskinan pedesaan.

Disampaikannya, pelaksanaan PNPM Mandiri pedesaan untuk 2010 telah berjalan dengan baik dan mampu menyerap tenaga kerja 15.574 hari orang kerja. Mendorong peningkatan usaha rumah tangga miskin melalui kegiatan simpan pinjam perempuan dan hasilnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Bahkan hasilnya jauh lebih baik dibandingkan jasa pihak ketiga

"PNPM Mandiri pedesaan merupakan program yang dinilai berhasil dan memberikan kontribusi nyata berupa penyediaan lapangan kerja, pendapatan bagi kelompok masyarakat miskin, efesiensi dan efektifitas kegiatan serta berhasil memupuk kebersamaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,"sebutnya

Sementara itu, kepala BKBPPM, Erdiot, dalam laporannya menyampaikan untuk 2010 Kabupaten Kampar mendapat alokasi anggaran PNPM Mandiri pedesaan sebesar Rp. 14 milyar yang bersumber dari dana APBN sebesar Rp. 8,4 milyar dan APBD Kampar sebesar Rp. 5,6 milyar yang lokasinya meliputi 8 kecamatan dan tersebar pada 78 desa.

Untuk 2011 ini total anggaran adalah Rp. 13,57 milyar dengan komposisi APBN Rp. 8,32 Milyar dan APBD Kampar sebesar Rp. 5,25 Milyar.

Tokoh masyarakat Tapung Lestari, Triyono, dalam sambutannya menyampaikan sukacita mereka atas bantuan yang mereka dapatkan. Menurutnya dana PNPM Mandiri telah memberikan banyak kemajuan terhadap desa mereka. Namun menurutnya masih ada pembenahan dan permintaan yang mereka inginkan diantaranya adalah pembangunan kantor kepala desa baru, permainan untuk anak-anak TK, kurangnya guru PNS yang ada di desa serta jembatan penghubung yang masih darurat.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Pemberdaan Masyarakat, Erdiot, Camat Tapung Hilir, Masrur beserta Forum Komunikasi Kecamatan, Kepala Desa Tapung Lestari, Ponimin dan tokoh masyarakat setempat.

 

PROGRAM Minapolitan yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2009 semakin menggeliat. Diharapkan pada tahun 2011 akan terjadi percepatan peningkatan produksi dan pengembangan kawasan yang saling terpadu. Salah satu daerah yang paling diharapkan mampu adalah propinsi Riau dalam hal ini adalah Kabupaten Kampar yang telah ditetapkan sebagai salah satu daerah sebagai kawasan minapolitan di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, saat membuka acara Catfish Day atau Hari Serba Ikan Berkumis ke-3 di Ballroom Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru, Rabu (6/7). Jenis ikan yang dimaskud adalah Lele, Patin, Baung dan Selais yang menurutnya keempat jenis ikan ini mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di Propinsi Riau.

Disebutkannya, selama kurun waktu 2007-2009 saja kenaikan rata-rata produksi komoditas patin dan patin selalu diatas 50% pertahun. Ia optimis produksi patin dan lele Indonesia mampu mencapai 2,7 juta ton pada tahun 2014. Saat ini sebagian besar produksi disalurkan untuk memenuhi pasar domestik sementara pasar ekspor sangat potensial terutama untuk negara-negara eropa dan Amerika.

Berdasarkan data dari Sekretariat Jenderal KKP, pada tahun 2011 alokasi untuk program Minapolitan sebesar Rp546, 8 miliar yang terdiri dari Rp364,78 miliar untuk percontohan berbasis perikanan tangkap. Lalu untuk perikanan budi daya Rp 141,12 miliar dan Rp58,96 miliar untuk pengembangan sentra garam.”Bahkan untuk propinsi Riau jika dibandingkan tahun lalu alokasi anggaran saat ini mengalami peningkatan dua kali lipat. Tahun lalu hanya 40,7 M. Tahun ini mencapai 98 Milyar lebih. Tentunya kita semua harus punya komitment memajukan dunia perikanan. Jika nantinya semakin maju anggaran tentunya akan saya naikkan dan begitu juga sebaliknya"ujar

Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menghendaki Indonesia menjadi produsen produk perikanan terbesar pada tahun 2015, maka Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mencanangkan program peningkatan produksi dari 4,7 Juta Ton pada tahun 2009 menjadi 16,8 Juta Ton pada tahun 2014 atau meningkat 353 % selama lima tahun dan sesuai dengan misi Kelautan dan Perikanan yang ingin mensejahterakan masyarakatnya khususnya pembudidaya ikan, maka pada tahun 2011 dicanangkan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB).

Kegiatan ini menurutnya dilaksanakan karena dilatarbelakangi bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat pembudidaya ikan masih tergolong miskin, dan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan kesepakatan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. Mulai tahun 2009 Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melaksanakan program Pengembangan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan dibawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat.

“Upaya pengentasan kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan tersebut, selanjutnya direncanakan dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya Tahun 2011 dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi dan produktivitas usaha perikanan skala mikro,”ujarnya

PNPM Mandiri Kementrian Perikanan merupakan upaya kegiatan pemberdayaan diantaranya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pembudidaya ikan dalam wadah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Pokdakan merupakan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan pelaksana PUMP-PB untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUMP-PB, Pokdakan didampingi oleh Tenaga Pendamping (Penyuluh atau PPTK) dan dilakukan peningkatan ketrampilan pendukung. Melalui pelaksanaan PUMP-PB diharapkan Pokdakan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola pembudidaya ikan.

Untuk mencapai tujuan PUMP-PB, yaitu medorong peningkatan produksi, menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan budidaya di pedesaan, PUMP-PB perlu dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan KKP maupun Kementerian/Lembaga lain di bawah payung program PNPM Mandiri. Disamping itu, program PUMP-PB diupayakan juga dapat mendukung kegiatan pembangunan kawasan minapolitan khususnya minapolitan perikanan budidaya.

Dengan demikian kegiatan PUMP-PB diharapkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target produksi perikanan budidaya serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan pada tahun 2011 dan tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu Bupati Kampar Burhanuddin Husin kepada sejumlah wartawan menyampaikan rasa optimisnya akan mampu menjadikan Kampar sebagai salah satu kawasan minapolitan sebagaimana harapan yang disampaikan oleh Menteri.”Kampar memiliki banyak potensi untuk menjadi kawasan minapolitan. Dan kita optimis agenda ini akan sukses dan berjalan seperti apa yang kita harapkan,”ujarnya usai acara tersebut.

Usai memberikan sambutan dan meninjau pameran yang diadakan dihalaman hotel tersebut, Menteri bersama Bupati Kampar langsung meluncur menuju Desa Kampar untuk berdialog dengan petani ikan yang ada di kabupaten Kampar

 

Page 1 of 2

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>